CATATAN PERJALANAN MANGLAYANG
CATATAN PERJALANAN
MANGLAYANG ( FTTM MENUJU PUNCAK PART 1)
via nangor
via nangor
16 -17 desember 2014
Jadi pertengahan semester ganjil
idham ( ketua angkatan FTTM) mengusulkan jalan – jalan FTTM. Karena waktu itu
naik gunung lagi hits jadi rencananya mau ke gunung. Ada 7 destinasi:
manglayang, gede, pangrango, guntur, ciremai, cikurai, papandayan.
ganesha –
jatinangor
selasa 16 november kita janjian di
ATM center kampus pagi –pagi buat berangkat ke jatinangor via Transnangor,
salah satu transportasi ITB. Personil kali ini terdiri atas gw, janet, myeshia,
DTE (dian dwi andiani), nenek(ulfa indah) , abdel, harry, agus, ainun, dan
fariz. Singkat cerita kita berangkat.
Poto di depan dinosaurus pasar seni
Di depan ITB jatinangor
jatinangor –
pos pendaftaran
sesampainya kami di depan kampus ITB
jatinangor, Agus sang leader langsung mencari kendaraan ke pos pendaftaran.
Cuma ada dua pilihan, ojek atau angkot. Karena ojek terlalu mahal maka kami
memilih angkot. Angkot tersebut tidak mengantarkan kami persis di depan pos
pendaftaran. Kami harus jalan beberapa ratus meter terlebih dahulu untuk
sampai. pos pendaftaran hanya sebuah warung yang dihuni oleh seorang ibu yang
ramah. Cara mendaftarnya hanya menuliskan nama di buku dan tidak dipungut
biaya.
Pos
pendaftaran – campsite
Setelah pamitan sama si ibu, kami
langsung cabut. Treknya parah. Nanjak terus, melewati jalur air. Licin (apalagi
musim hujan). Karena bawa cewe yang belum pernah naik gunung kami seringkali
berhenti. Kata temen gw sih Cuma butuh 3 jam buat sampai puncak. Kami berangkat
pukul 10.00 dan sampai pukul 15.00 dalam keadaan mulai hujan. Segera kami
mendirikan tenda. Setelah makan makanan ringan, kami tidur.
Kami terbangun jam 7 pagi, gagal
melihat sunrise ( telat pisan ) di puncak bayangan yang dekat dari campsite
kami. Setelah mengabadikan beberapa momen kami melanjutkan rencana.
Puncak bayangan
Campsite –
puncak.
Bergegas kami bergerak ke puncak,
Cuma 30 menit langsung sampai. Sayangnya puncaknya masih berbentuk tanah lapang
yang dipenuhi oleh pohon – pohon tinggi dan disana ada sebuah nisan. Setelah
mengambil beberap poto kami turun kembali.
dari kiri ke kanan : ainun, fariz, andre, DTE, janet, harry, abdel, myeshia, nene, agus
Puncak manglayang 1818mdpl
Perjalanan
turun
Di campsite sementara yang cowo
membereskan tenda, yang cewe masak. Makanan yang paling mainstream, korden (
kornet sarden ) + nasi.
Perjalanan turun lebih menghabiskan
sedikit tenaga Cuma jauh lebih berbahaya, seringkali gw atau orang yang
dibelakang gw terpeleset. Bahkan harry hampir masuk jurang. Sesampainya di pos
pendaftaran kami beristirahat sejenak di warung dan dijemput oleh angkot
kemarin yang mengantar kami.




Comments
Post a Comment