Posts

DIARY KERJAAN: EXPAT RASA KULI

Image
Hari ini gw dan Fawwaz resmi kerja di negara lain. Client kami adalah Pan Asia Metal, sebuah perusahaan pertambangan yang berbasis di Singapura dan barang yang dicari bukanlah emas atau tembaga, melainkan tungsten atau bahasa kerennya wolfram. di satu sisi, pertambangan sudah dilarang di Thailand, 180 derajat dengan Indonesia yang mengandalkan pertambangan sebagai salah satu cadangan devisa. Sehingga eksplorasi ini bersifat sebagai investasi jangka panjang, tidak serta merta ketemu logam langsung dikeruk. Seandainya memang terbukti ada logam, maka akan ditahan dulu sampai kebijakan pemerintah Thailand berubah. Mungkin puluhan tahun lagi. Keseharian kami dimulai dari jajan sarapan dan makan siang, loading barang di workshop sekaligus sarapan, berangkat ke site dan akuisisi data, kembali ke workshop unloading barang, kembali ke hostel, jemput antar laundry, makan malam. Jajan sarapan pagi dan makan siang Tiap pagi masing-masing personil mendapat jatah uang 100 Baht untuk sar...

DIARY KERJAAN: JADI EXPAT DI THAILAND (INTRO)

Image
17 February 2020 suwadikhaaap/khaa Itulah kata-kata yang paling sering diucapkan oleh orang-orang Thai ketika bertemu satu sama lain. Mirip seperti halo mungkin ya (CMIIW). Jadi kali ini gw dan Fawwaz dapet tugas dinas ke luar negeri. Di suatu siang yang hening, 3 minggu paska proyek BSI yang gagal, berbunyi notifikasi dari apps outlook. Di apps ini gw cuma naro email kantor jadi, ketika ada notif, pasti ada hal penting yang akan terjadi, antara proyek, atau gaji. Isinya kira-kira begini: subject: upcoming Laos work I have updated from client to mobilize crew to Laos on next week. So we need Andre and Faris come to thailand on 19th feb this week and open return ticket for 2 months. regards, BOOOM dan hari itu tanggal 17 Feb, ada 2 poin yang membuat shock, pertama tanggal 19 Feb , dan kedua " 2 months ". Emak yang mendengar hal ini langsung membekali gw dengan 2 kg dendeng kering, karena nyari makanan halal di Laos cukup sulit kata temen Thailan...

CATATAN PERJALANAN TN. UJUNG KULON (PULAU PEUCANG) dan Itinerary + Budget

Image
Sudah tiga bulan saya vakuum menulis. Hal ini disebabkan karena saya kini telah bekerja. Hal ini menyebabkan kurangnya inspirasi untuk menulis (baca:kurang traveling), karena jadwal kerja saya 5 minggu kerja (kadang 6 minggu), 2 minggu libur. tidak peduli hari libur nasional, hari minggu, selama hari itu ada dalam jadwal kerja saya, maka saya wajib kerja. Kini, datanglah saatnya dua minggu libur, dulu saya berpikir bahwa akan menghabiskan dua minggu itu untuk full-traveling. Namun, rindu kepada keluarga tidak bisa dilawan. Maka dari itu, saya liburan ke tempat yang relatif dekat dari tempat tinggal saya, namun tetap indah dan asri seperti TN Ujung Kulon. Ketika saya cek di agensi-agensi travel, rata-rata biaya ke TNUK berkisar antara Rp. 650.000 - Rp 750.000. Sekilas terlihat cukup mahal dan sempat saya berpikir untuk traveling mandiri (tanpa tour travel). Setelah saya baca-baca dari internet, traveling mandiri ke TNUK harus bawa banyak pasukan agar sharecostnya lebih kecil. Bahk...

CATATAN PERJALANAN SUMBING 3371 MDPL (SOLO HIKING)

Image
Jenuh dan resah akan waktu off roster yang hampir habis mendesak saya untuk kabur ke luar kota. Dari Rabu malam saya coba chat teman-teman sejurusan tapi semuanya memberi tanggapan negatif atas rencana saya, maklum makin dewasa ini makin sibuk. Awalnya saya ingin gabung dengan mereka untuk mendaki Sumbing tanggal 30 Agustus. Namun, saya sudah terbang lagi ke site tanggal 5 September, khawatirnya ada hal mendadak yang harus disiapkan. Kamis malam saya coba telpon agen bus Sinar Jaya, 3 nomor saya coba, tak ada yang mengangkat. Tiba-tiba saya dichat teman SMA saya, Ridho. Dia dan teman-temannya (Nopal, Yahya, dan Mail) hendak mendaki Prau, mereka berangkat dengan mobil taruna Ridho yang masih ada sisa satu bangku. Solusi masalah saya selesai. Berangkat Jumat sore tiba di terminal Mendolo Sabtu subuh, saya lanjutkan perjalanan sendiri ke Sumbing. Di seberang terminal, saya naik bus menuju Desa Garung, mayoritas isi bus adalah petani sayur yang hendak mengantar sayur ke pasar. Perjala...

CATATAN PERJALANAN KAWAH IJEN

Image
jadi wacana ini dimulai setelah ketek selesai revisi skripsi dan saya selesai mengajar bimbel UTS 1 fisika TPB. Kebetulan ketek juga mau pulang ke rumahnya di Blitar. Sehingga, kenapa tidak sembari liburan saja? kami mengajak orang-orang di grup jurusan. Maklum, baru 4 bulan lulus kuliah masih banyak yang belum bekerja, hitung-hitung melepas jenuh sebelum bekerja. Dan yang merespon hanyalah tiga orang: Adit, Jore, dan Puar. Dari Jl. Gunung kencana no 3, Ciumbuleuit kami berempat berangkat ke Stasiun Kiaracondong dan bertemu Adit di sana. Membeli makanan berat adalah hal yang sangat wajib karena perjalanan Bandung - Blitar mencapai belasan Jam. Karena di kereta sangat membosankan, kami menghibur diri dengan bermain kartu remi. bermodalkan kain yang dibentangkan dari paha ke paha jadilah kain itu meja kartu. Kami bermain trump, 24, capsa dengan damai dan tidak gaduh. Tiba-tiba kami didatangi oleh petugas KA. "Mohon maaf kami telah mendapat laporan ketidaknyamanan dar...